Sama seperti tahun lalu, Pameran Nasional KDI 2009 diselingin dengan pameran spesialis trah Dobermann, kalau tahun lalu dibuat sabtu dan minggu, tahun ini dibuat back to back alias 2 kali pameran pada hari yang sama.. Entah kebetulan atau disengaja, seperti tahun lalu jurinya juga sepasang suami istri jadi istilahnya beli satu dapat dua :-p . Lagi-lagi juri berkelas internasional dari Internationaler Dobermann Club (IDC) yaitu Allan Berling Christensen dan Merete Dalgaard dari Denmark.
Pameran dimulai dengan pameran spesialis trah dengan juri Mrs.Merete Delgaard. Di kelas pertama yaitu kelas anakan A betina sudah berlangsung seru karena pesertanya cukup banyak yaitu 8 ekor. Menurut juri, rata-rata anakan pada kelas ini berkualitas "Banyak Harapan" alias bagus-bagus tetapi dari awal juri sudah terpikat dengan seekor anakan anjing Dobermann berwarna coklat dengan nomer 011 bernama Tarava Dieng sehingga juri memutuskan anjing ini untuk menjadi juara 1.
Panitia membiarkan double handler masuk kedalam ring sehingga suasana dalam ring terlihat seperti pasar, beberapa penonton juga protes karena terhalang para double handler sehingga tidak dapat melihat anjing-anjing didalam ring. Show manager Bpk. Edi Budiono membiarkan hal ini karena menurutnya kelas anakan A masih belum terlatih untuk berlaga di ring pameran jadi doubler handler harus lebih agresif. Setelah masuk kelas anakan B, panitia dengan tegas meminta double handler untuk tidak masuk kedalam ring.
Juri salah ukur?
Dikelas Madya Jantan, untuk menentukan pemenang, juri sedikit bingung sehingga juri mengeluarkan senjata pamungkasnya yaitu alat pengukur meteran. Anjing milik William yang bernama Gerommy Moravia Heart diukur dan dinyatakan ukurannya dibawah standar yaitu 69 cm sehingga hanya diberi juara kedua. Jika dilihat dari standarisasi yang dikeluarkan oleh Klub Dobermann Indonesia dengan link http://www.anjingkita.com/wmview.php?ArtID=815 maka ukuran standar untuk anjing Dobermann jantan adalah 68 cm - 72 cm. Jadi, juri salah ukur atau lupa ukuran standarisasinya???.
Kelas selanjutnya boleh dibilang berjalan biasa saja apalagi dikelas dewasa jantan yang hanya berjumlah 2 ekor peserta. Suasana mulai kembali seru begitu memasuki kelas jantan champion dimana pesertanya cukup banyak yaitu sekitar 8 ekor. Setelah usai pemilihan kelas champion jantan, pameran dilanjutkan dengan kelas remaja betina sampai champion betina. Kali ini pemenang Best Of Breed direbut oleh seekor anjing betina dari kelas champion bernama CH.Happy Indische Stamm V.Raferty milik Sugianto & Jeffry Silfanus dari Surabaya dan Best of Opposite Sex diraih oleh seekor anjing jantan remaja bernama Sant Kreal Premetey milik RCA Kennel dari Surabaya.
Setelah pameran pertama selesai sekitar pukul 2 sore, dilanjutkan dengan Pameran Nasional KDI 2009 yang dipimpin oleh juri Allan Berling Christensen. Walaupun suami istri tapi soal selera boleh dibilang agak beda. Ada beberapa peserta yang terpilih sebagai juara oleh juri Merete Delgaard tetapi tidak terpilih sebagai juara oleh suaminya yaitu Allan Berlin Christensen. Dipuncak acara yaitu pemilihan Best Of breed , suami istri ini memiliki selera yang sama yaitu menunjuk CH.Happy Indische Stamm V.Raferty milik Sugianto & Jeffry Silfanus dari Surabaya sebagai pemenang Best Of Breed. Gelar Best Of Opposite Sex diraih oleh RCA Kennel juga tetapi dengan anjing yang berbeda yaitu CH. Eria Pro Conrad For RCA yang mana ditahun sebelumnya adalah juara nasional 2008.
Kesimpulannya, 2 pameran kali ini milik orang Surabaya karena sebagian besar piala seperti Best Futurity, Best of Oposite Sex dan Best Of Breed diborong oleh pemilik/kennel dari Surabaya. Sampai gelar Pejantan Terbaik dan Kennel Terbaik juga disapu bersih oleh Frankenburg Kennel dari Surabaya.
Kalau tahun lalu 2 kali pameran dibuat 2 hari sedangkan tahun ini dibuat 2 kali dibuat dalam 1 hari, sepertinya menjadi kurang nyaman karena harus kejar waktu agar pameran dapat selesai sebelum malam tiba walaupun disediakan lampu penerangan yang cukup. Harusnya, pameran spesialis apalagi pameran nasional harus memberi waktu yang cukup kepada juri untuk menilai secara detail. Peserta pun ingin anjing dinilai lebih detail dan tidak terburu-buru agar dapat mengetahui secara maksimal hasil breedingan-nya atau kualitas anjing miliknya.
Pameran yang selesai sekitar jam 6-an sore ditutup dengan acara ramah tamah bersama untuk lebih mengakrabkan hubungan antar pecinta trah Dobermann. Panitia menyiapkan berbagai hidangan ala barbeque seperti cumi bakar, ikan bakar, sate ayam, sate kambing dan lainnya.
Download Hasil Pameran Klik Disini