Pameran Spesialis Trah Tanpa Juri Spesialis

25 Agustus 2009 - 21:25
Liputan Pameran GRCI & ILRC
Pameran Spesialis Trah Tanpa Juri Spesialis

 

Akhirnya setelah vakum beberapa tahun tanpa pameran, GRCI kembali menyelenggarakan pameran pada tanggal 15 dan 16 Agustus 2009 di Lapangan Iron Man Daan Mogot. Tapi kali ini bukan GRCI wilayah Jaya yang menyelenggarakannya melainkan GRCI pusat langsung dibawah pimpinan ketua umumnya yaitu Bpk.Eddy Limbono. Mungkin beliau merasa "gerah" karena di Bali sulit untuk menyelenggarakan pameran anjing saat ini sehingga pameran diselenggarakan di Jakarta, apalagi GRCI wilayah Jaya sudah cukup lama vakum menyelenggarakan pameran.

Menggandeng klub yang juga satu group dan semangat kepengurusan barunya masih tinggi yaitu Indonesia Labrador Retriever Club akhirnya pameran terlaksana dengan lancar walaupun persiapannya kurang dari 1 bulan. Sebenarnya kalau dilihat dari susunan panitianya, pameran ini bukan pameran kerjasama tetapi pameran bersama karena panitianya ada 2 yaitu panitia untuk pameran GRCI yang diketuai oleh Bpk.Eddy Limbono dan panitia ILRC yang diketuai oleh Bpk.Sufandi. Lapangannya juga ada 2 dan yang paling menarik adalah buku pameran yang terpisah, 1 untuk ILRC dan 1 untuk GRCI. Biasanya pameran kerjasama, buku dan kepanitiaan menjadi satu. Biaya pendaftaran peserta pun tidak sama, untuk ILRC biaya pamerannya lebih murah dibanding GRCI. Proses penjuriannya juga berbeda, GRCI tidak memperbolehkan anjing impor dijuri oleh juri lokal sedangkan ILRC memperbolehkan anjing impor dijuri oleh juri lokal. Seperti semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu jua.

Pameran spesialis trah tanpa juri spesialis
Memang aneh, pameran spesialis trah Golden Retriever dan Labrador Retriever tanpa juri spesialis kedua trah ini. Juri dari Thailand yaitu Mrs.Ladawan adalah juri all breed dengan background trah Yorkshire Terrier sedangkan juri dari Taiwan yaitu Mr.Alex merupakan juri all breed dengan backgroud trah Anjing Gembala Jerman. Untuk juri lokal yang juga sesepuh Perkin yaitu Ibu Sri Suwanti adalah juri group 4 dan 7 (baca http://www.anjingkita.com/wmview.php?ArtID=9226). Hal ini perlu dimaklumi karena persiapan pameran memang tidak panjang dan kedua klub ini juga tidak memiliki dana kas yang cukup untuk mengundang juri spesialis, maklum (lagi) sistem organisasi juga tidak mendukung sehingga klub atau perhimpunan trah harus pandai "mengemis" agar mendapat dana untuk menggelar pameran. Ironis, disatu sisi klub atau perhimpunan trah dituntut untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas trah tetapi disisi lain dukungan materi boleh dikatakan hampir tidak ada. Saat ini baru sebatas dukungan non materi seperti doa saja dari perhimpunan kinologi yang ada.

Jadi, walaupun masih banyak kekurangan pada pameran kali ini, kita tetap masih harus bersyukur karena masih ada orang yang mau meluangkan waktu dan menguras kocek pribadi untuk membuat pameran, yang mana pameran adalah sebagai salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas anjing trah dan meningkatkan animo masyarakat untuk lebih mencintai anjing sebagai hewan kesayangan.

 

Foto-Foto Liputan Klik Disini

Kirim ke teman Cetak Komentar
Penilaian Saya:
Artikel Sebelumnya:
Artikel Selanjutnya:

Suara Kita Terkini

Komentar Terakhir