Pameran Perkin All Breed & Karya Guna yang diselenggarakan oleh Perkin Jabar tanggal 22 Mei 2005 berlangsung dengan sukses. Pameran dimulai tepat pada jam 9 pagi dan selesai pada pukul 18.30 . Pameran yang diketuai oleh Bapak Husen Lumanta dan disutradarai oleh Ibu Lie Tanumihardjo berjalan dengan suasana yang sangat kondusif dan damai. Tidak ada kebimbangan tentang masalah C.C. (Certificate of Challenge) karena panitia dan pengurus Perkin Jabar sangat mematuhi AD/ART PERKIN. Gelar Best In Show Umum diraih oleh Int’l.Ch.Jackson Show Me The Money (Golden Retriever) milik Jani Lauw, Reserve Best In Show Umum dan Best In Show Lokal diraih oleh Miniature Pincher milik Waskito, sedangkan Reserve Best In Show Lokal diraih oleh Sandy Von Kharisma (Dobermann) milik Dewanto Yuwono.
Sarana Pameran Yang Sangat Sederhana
Pameran yang berlangsung di SECAPA TNI Bandung diselenggarakan ditempat yang sangat sederhana. Untuk ring C1 dan C2 menggunakan gedung yang tidak memiliki fasilitas Air Condition (AC) , untuk itu panitia menyediakan beberapa buah kipas angin yang dipasang disekitar ring agar udara panas dapat dihindari. Ring pameran menggunakan karpet seluruhnya , itupun merupakan sumbangan dari produsen Eukanuba di Indonesia. Untuk ring lainnya seperti ring A (AGJ), ring B (Rottweiler), ring D (Dobermann & Boxer) dan ring Karya Guna menggunakan lapangan berumput. Ketika AnjingKita.com menanyai kepuasan beberapa peserta yang menggunakan lapangan berumput (bukan indoor dan ber-AC), mereka rata-rata menjawab : “Memang cuaca agak panas tapi untuk trah-trah AGJ, Rottweiler, Boxer, Dobermann , dan Karya Guna lebih cocok untuk menggunakan lapangan yang berumput (outdoor). Anjing lebih “hidup , langkah anjing lebih maksimal, dan para Double Handler lebih leluasa menjalankan tugasnya . Mereka juga menambahkan, di Negara-negara Eropa pun pameran lebih banyak diselenggarakan bukan didalam gedung tapi dilapangan terbuka.
Jumlah Peserta Yang Sedikit
Memang, pada pameran kali ini jumlah peserta terlihat menurun dibanding dengan pameran-pameran sebelumnya. Jumlah peserta kali ini hanya mencapai 430-an ekor anjing. Hanya dua trah yang jumlah pesertanya cukup stabil seperti Golden Retriever yang mencapai 70-an ekor dan Rottweiler yang mencapai 100 ekor.
Isu KKN
Sebelum pameran berlangsung telah beredar isu KKN yang mengatakan bahwa salah satu panitia telah mengajak juri Rottweiler jalan-jalan ke Bali dan Malang agar anjingnya yang bernama Gizmo Von Der MSR Kolonie dapat menang pada pameran ini. AnjingKita.com telah melakukan konfirmasi isu ini kepada Ade Tjakralaksana , beliau membenarkan kalau pada hari sebelumnya belia memang pergi ke malang bersama dengan orang asing tetapi orang asing itu bukan Mr.Willem Peters (Juri Rottweiler asal Belanda) melainkan Mr. Diego Lucatelo yang merupakan partner bisnis beliau yang berasal dari Italia. Pada saat itu juga mereka bertemu dengan Yama Yohadi (penggemar Rottweiler asal Surabaya) . Kesimpulannya, isu tersebut kosong yang artinya salah besar. Seperti kata peribahasa : “Makin tinggi pohon, makin kencang angin yang menerpa .
Pameran Merugi ?
Pada pameran kali ini , pihak panitia belum menghitung apakah pameran ini rugi , untung atau impas. Menurut pihak panitia, kalau dihitung secara kasar seharusnya tidak akan rugi karena jumlah dana sponsor yang masuk cukup besar belum ditambah dengan uang dari pendaftaran peserta. Menurut Agus Wiediyanto sebagai Ketua Umum Perkin Jabar, pihaknya selalu mementingkan kepentingan anggota. Seluruh pengurus dan panitia pameran selalu meminimalkan tingkat “kebocoran  dana pameran, dan selalu menggunakan perhitungan yang matang dalam mengeluarkan biaya. Kerugian seharusnya dihindarkan karena kalau terjadi kerugian dalam membuat pameran yang menanggung bukannya panitia tetapi anggota karena dana yang digunakan untuk menutupi kerugian tersebut berasal dari kas Perkin Wilayah yang notabene berasal dari anggota.