Bali Naik Kelas...!!!

07 Juni 2007 - 01:47
Oleh Bobby Sant
Bali Naik Kelas...!!!

Pameran yang baru digelar minggu lalu oleh PERKIN Bali pada Sabtu dan Minggu yang lalu sangat berkesan. Ketika seorang teman mengatakan bahwa suhu ruangan gedung yang dipakai untuk ring C sangat dingin,saya memjawab “ ah…masih pagi, ntar kalau udah siangan juga panas”. Saya katakan ini karena berdasarkan pengalaman pada pameran-pameran sebelumnya yang digelar dibeberapa kota. Ternyata selain AC central, panitia menambahkan beberapa AC portable dengan kekuatan tinggi dibeberapa tempat. Terbayang berapa dana yang dikeluarkan oleh panitia untuk mendinginkan gedung ini. Salut deh, ternyata kata Bapak I Putu Ricang selaku show manager, biaya sewa gedung termasuk AC tidak lebih dari Rp.10 juta!!!. Hal ini bisa terjadi karena dukungan dari pihak pemilik gedung yaitu Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Mungkin kalau dibandingkan dengan Discovery Mall yang berada di Kuta, auditorium ini 2 kali lebih dingin!.

Kesan pertama sudah oke banget, lagi asik-asik ngobrol dengan teman didalam ring saya ditegur oleh salah seorang penjaga ring untuk tidak berada dalam ring. Beliau ini menyarankan agar saya dan beberapa orang yang berada didalam ring untuk pindah ketempat yang sudah disediakan khusus penonton. Waduh…kayak gaya pameran Westminster aja nih dalam hati :-). Disetiap sisi gedung terdapat tempat duduk bertingkat yang letaknya lebih tinggi daripada permukaan lapangan. Untuk menuju ketempat penonton harus melalui anak tangga. Beda sekali dengan pameran sebelumnya yaitu Jogja Dog Show yang penontonnya sampai duduk lesehan dipinggir ring. Menurut saya hal ini adalah peningkatan kualitas pameran di Indonesia.

Panitia terkesan ingin memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas terhadap para peserta terutama peserta dari luar kota. Tempat tunggu peserta dibuat dengan teratur dan jumlahnyapun disesuaikan dengan luas tempat tunggu agar tidak terlalu berdesakan. Beberapa peserta juga ada yang dijemput langsung dari airport, mungkin untuk mempermudah keluarnya anjing dari airport. Panitia juga bekerjasama dengan Dinas Peternakan untuk memberikan ijin khusus keluar-masuk anjing dari luar daerah. Seperti yang kita ketahui, sejak lama Pemerintah Daerah Bali melarang masuknya anjing dari luar daerah karena status daerah Bali adalah bebas rabies tertutup. Kerja keras panitia sekali lagi mendapat acungan jempol karena bisa melobi pemerintah untuk memberikan ijin ini dan malah mendapatkan dukungan seperti Piala Kapolda. Mungkin suatu saat nanti, Bali dapat menggelar pameran bertaraf internasional.

Jumlah peserta yang tercatat dibuku pameran berjumlah 142 ekor tapi menurut Bapak Suheri jumlah peserta mencapai 200 ekor anjing karena ada sejumlah anjing yang tidak tercatat. Apakah jumlah peserta ini termasuk jumlah yang banyak atau sedikit?. Tergantung dari sudut pandang mana kita menilai, kalau dibandingkan dengan kota lain seperti Jakarta dan Bandung maka jumlah ini boleh dibilang sangat sedikit tapi kalau dilihat dari umur PERKIN Bali yang baru 2 tahun dan dengan status daerah bebas rabies tertutup yang artinya tidak memperbolehkan anjing dari luar untuk masuk maka jumlah ini boleh dibilang fantastik. Panitia juga hanya mentargetkan jumlah peserta tidak lebih dari 150 ekor.

Door prize yang disediakan oleh panitia jumlahnya tidak tanggung-tanggung yaitu puluhan perangkat elektronik dan 2 buah sepeda motor. Kalau dihitung dengan uang, mungkin jumlahnya berkisar antara Rp.15 juta – Rp.20 juta. Dengan jumlah peserta dibawah 200, maka kemungkinan mendapatkan door prize ini cukup besar terbukti dengan diraihnya 2 buah sepeda motor oleh salah seorang peserta. 1 peserta mendapat 2 buah sepeda motor !!!. mimpi apa tuh semalam???.

Sayangnya, pameran sebagus ini tidak didukung dengan jumlah penonton. Kalau menurut saya, jumlah penonton yang sedikit ini dikarenakan lokasi pameran cukup jauh dari kota Denpasar. Tujuan dasar menyelenggarakan pameran anjing adalah untuk menambah jumlah penggemar anjing. Kalau jumlah penggemar anjing bertambah, otomatis jumlah peserta pameran anjing juga akan bertambah dikemudian hari. Saya sangat menyadari kesulitan panitia untuk mendapatkan tempat yang layak ditengah kota Denpasar. Mungkin, harga sewa gedung sebaik gedung auditorium FKH Universitas Udayana sangat tinggi jika letaknya ditengah kota Denpasar.

Stand jualan perlengkapan kebutuhan hewanpun tidak ada, padahal stand seperti ini bisa menambah maraknya pameran. Stand makanan dan minuman juga hanya ada 3 buah padahal lokasi pameran lumayan jauh dari pusat keramaian.

Baru kali ini ada pameran yang mengharuskan juri memakai baju adat yaitu baju adat Bali pada saat penjurian group dan best in show. Hal yang sangat positif menurut saya sehingga memberikan pengalaman menjuri yang mengesankan bagi sang juri.

Kesuksesan pameran ini tidak luput dari pengorbanan dan kerja keras ketua PERKIN Bali Bapak Eddy Limbono beserta awaknya. Tidak usah dihitungpun sudah dapat diketahui kalau pameran ini pastinya rugi dalam arti jumlah uang yang masuk dari para sponsor dan peserta lebih sedikit dari biaya yang dikeluarkan. Lebih salut lagi ternyata pada saat pameran, Bapak Eddy Limbono sedang kambuh asam uratnya. Beliau tetap hadir di 2 hari pameran dan menjamu tamu-tamu kehormatan dengan baik. Tidak heran kalau Bapak Soentono selaku Ketua Umum PERKIN Pusat menaikan status Konsulat PERKIN menjadi PERKIN Wilayah. Makanya dari kemarin saya gak nulis kata konsulat lagi untuk PERKIN Bali. Kenaikan status ini membuktikan bahwa kerja para pengurus PERKIN Bali sangat serius dan didukung pula dengan jumlah penggemar anjing trah yang terbilang cukup banyak.

Mudah-mudahan dipameran selanjutnya bisa lebih meriah dari yang kemarin dan PERKIN Bali yang baru naik kelas jangan lupa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penggemar anjing di Bali agar kualitas anjing di Bali juga ikut meningkat. Pak Eddy Limbono, jangan lupa ajak pemain anjing di Bali untuk mengikuti Pameran All Breed yang akan digelar oleh PERKIN Jaya pada tanggal 28 & 29 Juli 2007. Sampai ketemu ya ;-).

Kirim ke teman Cetak Komentar
Penilaian Saya:
Artikel Selanjutnya:

Suara Kita Terkini

Komentar Terakhir