Kolibasilosis Pada Anjing

Kolibasilosis Pada Anjing

Kolibasilosis merupakan suatau penyakit pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh kuman E. coli dimana kuman tersebut dapat merusak dinding usus sehingga mengakibatkan diare dan bisa menimbulkan kematian jika tidak dilakukan tindakan pengobatan. Kuman tersebut biasanya menyerang anjing yang berumur muda (anak anjing) walaupun bisa juga menyerang anjing dewasa.

Penyebab penyakit :

  • Kuman E. coli (bersifat enteropatogenik yang menyebabkan diare dan bersifat septisemik yang menyebabkan sepsis sehingga penderita mengalami kematian dalam waktu singkat

 

Proses terjadinya penyakit :

  • Di dalam saluran pencernaan E. coli menghasilkan enterotoksin yang dapat meningkatkan sekresi cairan dan elektrolit ke dalam lumen usus sehingga anjing akan mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) yang hebat


Gejala penyakit yang ditimbulkan :

  • Kolibasilosis bentuk toksemia (ditandai dengan kelemahan umum yang sangat, denyut jantung sangat lemah, suhu tubuh sub normal, tidak disertai dengan diare, setelah itu diikuti dengan koma dan bisa menimbulkan kematian dalam waktu yang singkat sekitar 2 – 6 jam setelah tanda – tanda umum tersebut muncul
  • Kolibasilosis bentuk klasik (ditandai dengan diare profus, feses berbentuk pasta atau sangat berair berwarna putih atau kuning berbau sangat menusuk , terkadang feses bercampur darah segar, nafsu makan hilang, mengalami kelemahan umum, dan dehidrasi yang sangat kemudian anjing akan mengalami kematian)


Diagnosa penyakit :

  • Melihat berdasarkan gejala klinis yang muncul
  • Lakukan nekropsi (bedah bangkai) untuk mengetahui pemeriksaan patologi tingkat kerusakan saluran pencernaannya (usus)
  • Pemeriksaan laboratorium dengan mengisolasi kuman E. coli dari cairan diare yang dikeluarkan


Terapi penyakit :

  • Pemberian cairan elektrolit (NaCl, KCL, NaHCO3, K3PO4, glukosa, NaHPO4, K2HPO4) tergantung pada tingkat dehidrasi yang dialami oleh penderita
  • Pemberian antibiotika khloramfenikol secara intravena atau intamuskuler dengan dosis 10 mg/kg berat badan


Penulis : drh. Yusni / 0818263368
Sumber : dari berbagai sumber
Tgl. Penulisan : 7 Juli 2014







Kirim ke teman Cetak Komentar
Penilaian Saya:

Suara Kita Terkini

Komentar Terakhir